Kisah Ryan Gondokusumo, Pendiri Sribu.com & Sribulancer.com

Kisah Ryan Gondokusumo, Pendiri Sribu.com & Sribulancer.com

Kisah Ryan Gondokusumo – Ryan Gondokusumo, pemuda kelahiran 16 Januari 1985 ini lulusan dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Purdue, Amerika Serikat tahun 2006.

Sejak kecil Ryan memiliki cita-cita menjadi pengusaha, sempat bekerja di berbagai perusahaan dalam industri yang  berbeda-berbeda salah satunya adalah di perusahaan travel sebagai head of business development.

Saat bekerja di perusahaan tersebut. Ryan memiliki banyak kebutuhan desain kreatif, untuk membuat dari logo, banner, brosur, kalender, dan sebagainya. Sayangnya, banyaknya kebutuhan design ini tidak bisa dipenuhi  hanya dengan mengandalkan desainer kantornya. Kondisi kebutuhan desain ini ternyata juga dialami perusahaan-perusahaan lain.

Sebagai solusi msalah ini, Ryan membuat situs crowdsourcing desain bernama Sribu.com.

Ryan Gundokusumo

Awalnya ia memulai berasal dari tabungannya sebagai modal awal dan mengajak saudaranya, Wenes Kusnadi sebagai web developer, pada Juni 2011 terbangunlah website sribu.com.

Perusahaan yang membutuhkan desain logo, maskot, poster, merchandise, interior desain, dan sebagainya, tinggal melakukan pemesanan lewat Sribu.com. Ada berbagai paket yang bisa dipilih, dari harga Rp. 1.5 juta hingga diatas Rp.10 juta.

Para desainer yang tergabung di Sribu.com akan berkompetisi mengerjakan permintaan desain tersebut dan perusahaan dijamin akan mendapatkan higga ratusan desain yang bisa mereka pilih,

Bagi perusahaan, khususnya UKM yang menjadi target pasar Sribu.com. Cara ini sangatlah efisien mendapatkan solusi desain. Sebaliknya bagi para desainer, Sribu.com adalah tempat terbaik untuk meningkatkan kemampuan diri dan membangun reputasi.

Kisah Ryan Gondokusumo, Sebuah Tantangan Yang Dihadapi

Tantangan yang Ia hadapi di masa-masa awal usahanya adalah memperkenalkan layanannya ke publik karena konsep crowdsourcing ini masih sangat baru di Indonesia. Ia menggunakan strategi dengan cara memperkenalkan diri ke perusahaan-perusahaan terhadap target pasar mereka dengan melakukan presentasi langsung.

Dalam sehari bahkan Ryan pernah presentasi ke epat hingga lima klien hanya untuk mendapatkan pemasukan Rp.1-2 juta saja. mempunyai awal yang sulit adalah ciri khas untuk bisa sukses.

Sekarang sudah memiliki lebih dari 500 klien lokap maupun mancanegara dan lebih dari 25,000 desainer yang menghasilkan 135 ribu karya per April 2013. Kini Ryan siap masuk ke regional market dengan investasi yang diberikan oleh East Ventures, sebuah perusahaan pemodal ventura berbasis di Singapu

Sebuah ide bisnis bisa didapatkan dengan mengadopsi ide bisnis yang ada di luar lalu disesuaikan dengan kondisi Indonesia, seperti Sribu.com yang terinspirasi dari 99design.com.

Ketahui Bahwa Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Yang Namanya Juara Satu

Ketahui Bahwa Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Yang Namanya Juara Satu

Ketahui Bahwa Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Yang Namnya Juara Satu

Ketahui Bahwa Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Yang Namnya Juara Satu

 

 

Ketahui Bahwa Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Yang Namnya Juara Satu

Ketahui Bahwa Ilmu Pengetahuan Tidak Ada Yang Namnya Juara Satu – pendapatkita.com – Berbanggalah dengan apa yang anda kerjakan. Orang harus bangga pada apa yang dikerjakannya, betapapun tidak populernya bidang ilmu atau pekerjaan yang digelutinya dari waktu ke waktu. Jangan pernah berpikir bahwa “ilmu yang aku tekuni ini tidak berarti” atau “pekerjaanku ini adalah pekerjaan yang rendah dan tidak punya nilai”.

Dalam ilmu belah diri ada namnya isitilah “duel:, yaitu pertarungan antara dua orang jago kelahi untuk menentukan siapa yang lebih hebat. Jaman dahulu, jika telah berduel. Tidak ada yang namanya juara dua, karena ketika sudah berduel pasti salah satunya akan mati sebab itu yang ada hanyalah juara pertama.

Tetapi sekarang, dalam ilmu pengetahuan yang mengandalkan kepintaran kemampuan intelek, otak bukan otot yang biasanya dilakukan atau diungkapkan dengan cara disimpan dalam tulsan tidak ada juara satu mengapa?

kehidupan ini terdiri dari berbagai macam aspek termasuk berbagai macam ilmu pengetahuan. Tidak mungkin bahwa seseorang menguasai semua aspek kehidupan. Dengan kata lain, kehidupan ini terlampai besar dan kompleks untuk dapat dikuasai oleh diri satu manusia.

Oleh karena itu, umat manusia semua bersatu supaya secara bersama-sama, dan dengan kebersamaannya tersebut dapat “memuat” kehidupan. Apalagi bersatu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang kompleks,

Itu artinya bahwa satu aspek kehidupan haruslah didukung terhadap satu aspek kehidupan yang lainnya. Dalam arti yang satu membutuhkan orang lain. Tidak ada yang terbaik atau terhebat. Semuanya baik dan semuanya hebat.

Seseorang sehebat Einstein dibidang sains, Shakespeare di bidang sastra, dan Michealangelo dibidang seni rupa tetap membutuhkan individu-individu lain. Semasa hidup dan jayanya, Einstein belajar dari ilmuwan pendahulunya dan juga ilmuwan dari bidang lain, Shakespare membaca buku-buku para sejarahwan yang hidup sebelum dia dan dari situ mendapat ilham untuk menulis karya-karya utamanya seperti Rome and Juliet, Machbet, Julius Caesar.  Sementara Michealangelo harus belajar pada para empu seni lukis dan patung yang lebih senior, terutama yang mengajar,s ebelum ia sendiri menjadi seorang seniman besar.

Dengan kata lain, ketiga tokoh dunia itu tidak dilahirkan sebagai “dewa”. Mereka mulai dari anak tangga yang paling bawah. Dalam proses perkembangan mereka menjadi “orang besar” , mereka didukung oleh sekian banyak orang lain. Jadi, dalam kebesaran mereka terkandung jasa selamanya.

Oleh karena itu, mereka tidak bisa mengklaim bahwa mereka murni nomor satu.

Juga dalam bidang ilmu pengetahuan, tidak ada yang nomor satu. Karena begitu banyaknya hal-hal yang begitu komplek di dunia ini yang mustahi hanya sesorang bisa menguasi segala kemampuan pengetahuan itu,

Oleh karena itu, bukalah jendela pikiran kalian, yang akan menyadarkan bahwa untuk juga melakukan sesuatu dibutuhkannya kemampuan orang lain yang  lebih senior untuk belajar, Seperti apa yang dilakukan oleh para “dewa” pengetahuan tiga tokoh diatas. Belajarlah dari yang sudah berpengalaman sebelumnya.

Karena itu hadirlah platform para entrepreneur muda melalui pendapatkita.com mereka bisa belajar untuk menjadi tokoh-tokoh hebat selanjutnya. Karena disini adalah komunitas untuk belajar yang bermanfaat memberikan kemampuan yang diperlukan untuk saling melengkap sesama entrepreneur muda yang ingin sukses.

Belajar Bisnis Dari Diajeng Lestari, Membangun Impian Untuk Indonesia Melalui Hijub

Belajar Bisnis Dari Diajeng Lestari, Membangun Impian Untuk Indonesia Melalui Hijub

HijUp.com ( gabungan kata jijab dan dress up ) adalah sebuah mal online yang menjual hijab, baju, aksesoris, tas, dan fashion muslimah lainnya. Diajeng Lestari membangung HijUp.com dengan memiliki visi bahwa bisnisnya harus memiliki impact dan manfaat kepada dunia.

Diajeng Lestari, kelahiran Bekasi, 17 Januari 1986 memulai bisnisnya berawal saat ia masih kuliah. Ia adalah alumni jurusan ilmu politik Universitas Indonesia.

Setelah lulus, Ajeng bekerja di GTZ, sebuah lembaga pemerintahan  Jerman yang bekerja sama dengan Indonesia di bidang pelayanan publik. Setelah setahun di GTZ, ia bekerja di perusahaan marketing researh bernama MARS, Ia mendapat pengetahuan tentang branding, membaca pasarm melihat potensi pasar, dan sebagainya.

Selama dua tahun Ia bekerja disana ia melihat bahwa Indonesia itu memang potensinya besar secara market ia berkontemplasi, harus melakukan sesuatu yang memberikan impact untuk memajukan bangsa. Oleh karena itu, dia membangun bisnis hijab. Karena menurutnya dengan hijab memberikan perdamaian dan keindahaan. Karena Indonesia mayoritas beragama Muslim.

Sebelum memulai bisnis dibidang hijab, Ajeng bertanya kepada teman-temannya yang kebetulan merupakan seorang desainer fesyen muslimah yang juga kebetulan aktif di komunitas hijabers, sebenernya apa sih yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis fashionnya?

Ternyata jawabannya adalah sistem yang membantu bisnisnya agar teratur, kapan harus menyetok produk, kapan mengeluarkan rancangan baru, bagaimana perkembangan pasar dan sebagainya. Ajeng bertanya ke beberapa orang lain yang ditargetkan menjadi calon tenant HijUp.com, jawabannya sama.

Ajeng bersama Suitmedia, sebuah perusahaan IT-yang mendukung pembuatan website-nya, beridirilah HijUp.com pada Agustus 2011, dengan 14 tenant bergabung pada awalnya. Target pasar HijUp.com adalah muslimah muda usia 20-35 tahun, kebanyakan karyawan yang sudah bekerja, karena tuntutan dunia profesional mengharuskan mereka tampil grooming alias dandan, bersih, dan enak dilihat.

Para tentant yang akan mendaftar, agar karya para feshion muslim bisa terjual dan menjadi tenant di HijUp,com harus memiliki 3K: Kreatif, kualitas, dan karakter. Setelah mengisi formulir pendaftaran, tim HijUp.com akan menguras dan menyeleksi dengan ketat yang tujuannya untuk menjaga kualitas. Dan dari banyak yang mendaftar dari ribuan yang lolos untuk menjadi tenat hanyalah sebanyak 70 tenant saja.

Strategi pemasaran promo HijUp.com adalah menggunakan social media, blog, juga melalui berbagai tutorial di Youtube. Hasilnya, total video di channel Youtube HijUp.com sudah dilihat lebih dari delapan juta kali setahun setelah diluncurkan, jumlah visitor mencapai 1,5 juta orang ( datang per Januari 2013) dari dalam dan luar negeri.

Ajeng telah menunjukan impiannya untuk terus bermanfaat bagi orang lain melalui bisnis ciptaanya, visinya untuk menyebarkan kedamaian melalui hijab telah terlaksana, Hanya dengan berawal dari satu bisnis kecil, ia pun melangkah mewujudkan impiannya.

Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Diajeng Lestari

Sebelum memulai bisnisnya Ajeng terlebih dahulu membuat suatu riset produk yang berhubungan dengan produknya yang akan dijual. Saat melakukan riset ketahui dulu masalah pasar yang ingin di pecahkan sehingga menghasilkan kesimpulan terhadap suatu produk.

Untuk itu, menjadi pemecah masalah pasar sangat berguna . Masalah pasar mana yang ingin dipecahkan. Seperti Ajeng yang bertanya kepada beberapa client (teenat) tentang perkembangan bisnis produk hijabnya.

 

Orang Sukses Mencapai Hasil Jangan Kesempurnaan

Orang Sukses Mencapai Hasil Jangan Kesempurnaan

Orang sukses mencapai hasil.

Pada saaat masa pasca kemerdekaan dulu, konon suatu cerita Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang ingin merdeka itu ibaratkan sepasang kekasih, pria dan wanita yang ingin sedang menikah.

Apabila sang kekasih menunggu sampai mereka mempunyai banyak uang untuk membangun rumah dan kemudian mengisi rumah tersebut dengan segala perabot serta alat-alat rumah tangga, maka barangkali mereka tidak akan pernah menikah.

Barangkali apa yang dikatakan Bung Karno adalah bahwa yang terpenting kita merdeka dulu, baru kemudian sedikit demi sedikit memperbaiki dan membangun negeri kita ini. Dan itulah yang terjadi. Pada saat kita merdeka, kondisi fisik dan mental bangsa kita menjadi tidak sempurna.

Disaat itu, para kawan-kawan seperjuangan dan sepikiran waktu itu tidak ingin kesempurnaan (perfection) tetapi hasil (result). Maka dengan tergesa-gesa mereka mengumumkan keberadaan atau eksistensi bangsa Indonesia. Yang akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil juga.

Rahasia Cerita Pelukis Terkenal Vincent van Gogh Terungkap

                                                                   sunflowers

Vincent van Gogh melukis sunflowers, salah satu dari lukisan-lukisannya yang paling terkenal di dunia. Sebanyak 4 kali, dengan kata lain lukisan tersebut tersedia dalam empat versi.

van Gogh waktu itu agaknya tidak memikirkan apakah lukisannya bisa jadi sempurna atau tidak. Ia hanya ingin menghadiahi Paul Gauguin (1848-1903), pelukis impresionis Perancis yang dikaguminya dan yang di kemudian hari mempunyai pengaruh yang cukup mendalam terhadap kehidupannya.

Ia ingin menghadiahkan sebuah lukisan bunga matahari untuk digantungkan di kamar Gauguin di rumah sewa yang diberi nama “The Yellow House” , tempat di mana van Gogh hidup dan tinggal bersama Gauguin selama tiga bulan di tahun 1888.

Van Gogh segera melukis karena ingin cepat menghasilkan lukisan. Setelah jadi, ia memberikan lukisan itu kepada sahabatnya. Bahwa kemudian ia melukis lagi objek yang sama, itu tetap membuktikan bahwa ia adalah orang yang tertarik untuk menghasilkan sesuatu tanpa memikirkan kesempurnaan karyanya. Van Gogh bahkan pernah melukis bulan sabit dengan salah. Dalam lukisannya yang berjudul Cypresses with Two Figures (1889), ia melukis matahari di sebelah kiri dan bulan sabit di sebalah kanan. Secara ilmiah hal itu salah.

Cypresses with Two Figures

 

Namun, lukisan itu diakui sebagai salah satu lukisan ekspresig yang khas van Gogh.

Prinsip van Gogh waktu itu, kalau di rumuskan kedalam bahasa aktivitas keseharian kita adalah, bahwa yang terpenting melukis dulu, kalau hasilnya tidak sempurna, tidak apa, besok bisa diulangi lagi.

Dikemudia hari, keempat lukisan sun flowersitu mempunyai nilai artistik yang tinggi, walaupun pada saat itu van Gogh tidak memikirkan kesempurnaan.

Rahasia Kesuksesan Cerita Bunda Teresa Untuk Bisa Melayani Sesama

Bunda Teresa adalah orang yang lebih berpikir tentang hasil dari pada kesempurnaan karya.

Pada tahun 1948, beliau tidak mempunyai apa-apa dalam arti kata yang sesungguhnya. Semacam AD / ART atau statua pun tidak ada, apalagi peralatan atau gedung. yang beliau punya hanyalah cinta kasih. Beliau mempunyai keinginan untuk membagikan cinta kasih beliau kepada sesamanya, terutama yang paling miskin dan dianggap sampah masyarakat. Beliau melihat ada begitu banyak anak terlantar dengan pakaian dan wajah kumuh serta tidak mengenyam pendidikan. Beliau mengajari mereka membaca dan menulis.

Temapat merekea bersekolah adalah tanah kosong yang tak bertuan, tidak ada papan tulis, apalagi meja dan kursi. Bunda Teresa menuliskan abjad dan angka yang diajarkanna di atas tanah. Tetapi dengan perbuatan  Bunda  Teresa itu membuat anak-anak kumuh yang sedang berkeliaran lebih sedikit karena sebagian telah ikut untuk bersekolah bersama Bunda Teresa.

Perjuangan hebat tanpa pamrih ini mengetuk hati orang0orang yang murah hati. Tidak lama sesudah Bunda Teresa memulai sekolahnya di pekarangan terbuka tanpa perelatan, seseorang yang bernama Michael Gomes merasa iba. Ia merelakan ruang  atas (loteng) rumahnya untuk dijadikan “gedung sekolah”.

Sesudag Michael Gomes, orang-orang lain pun ikut menyumbang meskipun ala kadarnya. Sehingga lama kelamaan Bunda Teresa mendapatkan tempat tinggal untuk mereka sendiri dan tempat untuk menampung orang-orang yang kurang mampu tersebut.

Itulah keberhasilan  Bunda Teresa. Dia mulai dengan suatu tekad dan itikad yang baik. Maka, walaupun tidak ada saran mendukung kegiatan karena adanya tekad dan itikad yang baik, beliau tetapi memulai tugasnya.

Beliau ingin segera melihat ujung hasil kebaikan hatinya, yaitu melihat anak-anak dan keluarga mereka yang miskin bisa terselamatkan dari kehancuran. Beliah sama sekali tidak memikirkan apakah segala program pelayanan cinta kasihnya itu dirumuskan dengan sempurna atau tidak. Hal-hal ini jauh dari pikiran Bunda Teresa. Yang penting bertindak dulu untuk meringankan penderitaan kaum-kaum pinggiran ini. Baginya, penyempurnaan bisa dilakukan  sambil jalan.

Kalau Hendak Berbuat Baik, Janganlah Berpikir Tentang Kesempurnaan, tetapi Orang sukses mencapai hasil.

Bertindak untuk melakukan sesuatu haruslah juga berpikir terlebih dahulu. Yang ingin dikatakan adalah bahwa kalau kita hendak berbuat baik, janganlah kita terpaku memikirkan kesempurnaan (perfection).  Pemikiran yang selalu dibayangkan terhadap Orang sukses mencapai hasil.

Kerika kita terlalu dibebani oleh kesempurnaan, maka pasti kita akan takut untuk melangkah. Hanyalah menunggu dan menunggu; menunggu saatnya sempurna, menunggu fasilitasnya sempurna, menunggu konsentrasinya sempurna, menunggu pemusatan tenaga secara sempurna, dan selalu menunggu beribu alasan kesempuraan yang berujung kita tidak menghasilkan apa pun. Karena itu ingat : Orang sukses mencapai hasi., jangan kesempurnaan !

Orang sukses mencapai hasil adalah rumus untuk mencapai kesuksesaan.

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda

Manfaat berpikir rasional bagi entrepreneur muda.

Refrensi : Problem Solving and Decision Making For Improvement

Ada banyak manfaat yang kita dapatkan, apabila kita memperlakukan berpikir rasional sebagai proses-serangkaian langkah yang bisa didefinisikan, diterapkan, dan diulang, yang akan menghasilkan kesimpulan yang bermutu. Beberapa diantaranya adalah :

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda Mengurangi Ketergantungan Pada Pengalaman atau Naluri Belaka,

Pengalaman adalah guru yang baik,namun, dalam dunia yang berubah dengan amat cepat inim pengalaman memiliki keterbatasan. Apa yang kita ketahui menjadi kedaluwarsa terlalu cepat, sehingga kita tidak bisa mengandalkan hanya pengalaman atau pengetahuan. Tidak jarang, kita pikir kita sudah pernah berada dalam suatu situasi sebelumnya, dan kita dengan gegabah akan mengambil kesimpulan yang sama. Namun, pemerikasaan lebih saksama dan teliti, mungkin, mungkin akan mengungkap perbedaan antara situasi di masa sekarang, dengan masa lalu.

Solusi lama tidak selalu cocok untuk situasi baru. Riset menunjukan bahwa hubungan antara keyakinan seseorang terhadap ketepatan jawaban untuk persoalan yang sulit, dengan jawaban itu sendiri, sangat kecil. Pengambil kesimpulan yang dilakukan tanpa proses berpikir kerap kita rujuk sebagai “Naluri”.

Selain itu, orang-orang, sering kali, diharuskan bekerja sama untuk menemukan solusi, atau menghasilkan suatu kesimpulan. Namun, tidak semua orang datang dengan pengalaman yang sama. Langkah-langkaj dalam berpikir rasional membantu kita menyortir pendapat yang berbeda dan mempertimbangkan hanya informasi serta variabel yang relevan.

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda: Membantu mempelajari kemampuan baru.

Contoh dari pernyataan tersebut bisa dilihat dari seseorang yang belajar melakukan servis permainan bulu tangkis. Ketika pelatih mengajarkan seseorang untuk membuat servis, dia, biasanya, mengajarkan hal itu per tahapan, misalnya, pemosisian kaki, melempar shuttlecock, dan menggerakkan raket. Setiap elemen ini bisa diperhatikan dan dilatih secara individual, maupun keseluruhan. Setelah setiap elemen diterapkan secara benar saat dilakukan bersamaan, maka proses belajar sudah lengkap.

Proses yang sama berlaku juga untuk berpikir. Seperti mempelajari kemampuan baru, kita bisa membagi keterampilan memecahkan masalah menjadi elemen-elemen yang lebih kecil, dan belajar menguasainya satu per satu. Dengan begitu, kita meningkatkan kemampuan berpikir, serta membantu orang lain meningkatkan kemampuan mereka.

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda: Membuat Proses Berpikir Menjadi Konkret

Kecuali kita tahu proses pengambilan kesimpulan seseorang, kita hanya bisa mengkritik jawaban atau kesimpulan yang dicapainya. Namun, apabila kita bisa memecah proses berpikir menjadi beberapa tahapan, dan melihatnya sebagai suatu konsep konkret, kita dapat mengkritik baik proses berpikir kita sendiri, maupun orang lain.

Seorang guru matematika sering meminta murid-murinya untuk menunjukan hasil kerja mereka. Jika yang dipentingkan adalah jawabannya, pekerjaan (atau proses) yang telah dilakukan menjadi tidak relevan. Memperlihatkan hasil kerja murid membuat guru (juga murid itu) melihat apabila ada kesalahan. Apakah simurid salah mengerti konsep yang diajarkan, atau sekedar salah menuliskan rumusnya? DI bagian mana, apakah di konsep maupun rumusnya, yang memerlukan ketelitian ekstra dari si murid? Apakah kesalahan ini menunjukkan perlunya penyampaian ulang dari pelajaran?

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda : Mengingat Proses Berpikir Rasioan Adalah Sama – Selepas Dari Konten Yang diperlukan Setiap Situasi-

Kita bisa menerapkan proses itu dalam setiap situasi, meskipun konten permasalahannya sama sekali berbeda, atau belum pernah kita alami. Berpikir rasional membantu kita membuat keputusan di tengah kondisi yang sama sekali baru, dengan menyediakan langkah-langkah pengumpulan dan pengolahan informasi.

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda : Menerapkan Proses Dalam Situasi yang Barum Atau Tidak Dikenal.

Apabila kita memiliki proses berpikir, kita akan dapat mengulang proses yang sama dalam sitasi lain. Jika kita tidak sadar akan  apa yang kita lakukan, atau bagaimana kita melakukannya, maka kecil kemungkinannya kita mengulang keberhasilan sebelumnya. Hal sebaliknya akan terjadi apabila kita terus dengan sadar membuat penyesuaian dalam proses berpikir, dan selalu memasukan elemen-elemen kunci dalam proses tersebut.

Manfaat Berpikir Rasional Bagi Entrepreneur Muda : Memabantu Orang Lain Meningkatkan Kemampuan Berpikir.

Saat kita melihat sebagai suatu proses maka kita dapat mengajarkan orang lain cara meningkatkan kemampuan berpikir mereka sendiri. Sebelumnya, kita mengira kemampuan berpikir adalah kualitas bawaan, seseorang adalah pembuat keputusan yang baik, atau bukan sama sekali. Sekarang, kita tahu hal itu tidak benar. Kita bisa menolong orang lain meningkatkan kemampuan berpikir mereka, dengan mengarjkan proses uamh perlu dilakukan.

Kita bisa meningkatkan kemampuan berpikir orang lain dengan melatih mereka menerapkan langkah yang dibutuhkan dalam hal berpikir rasional.

Manfaat berpikir rasional bagi entrepreneur muda sangatlah penting karena berpikir rasional membentuk pemikiran-pemikiran menyerap proses ke dalam setiap situasi, sehingga di saat dihadapapkan pada suatu masalah maka pikiran rasional membuat keputusan di tengah kondisi, sehingga menyediakan langkah-langkah realistis menghasilkan kesimpulan sempurna berupa keputusan untuk menjadikan pemecah maslaah.

Sikap Senantiasa Belajar Membawa Keputusan yang Berbobot

Sikap Senantiasa Belajar Membawa Keputusan yang Berbobot

Senantiasa belajar membawa keputusan yang berbobot.

 

Tidak ada seorang pun yang telah mencapai kesuksesan yang belum pernah bertemu dengan suatu masalah. Tidak ada seorang penemu di dunia ini  yang belum pernah mengalami masalah dalam percobaannya.

Thomas Edison gagal lebih dari sepuluh ribu kali dalam percobaannya sebelum menemukan jalan keluar yang tepat untuk bola lampu temuannya. Suchiro Honda gagal berkali-kali sebelum menemukan sepeda motornya yang kini merajai jalanan di berbagai penjuru dunia. Mereka sukses karena mereka senantiasa belajar mengatasi masalah. Dari cara inilah, senantiasa belajar membawa keputusan yang berbobot.

Karena dengan gagal berkali-kali kita semua belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah di lakukan, dan mencoba dan terus membuat agar usaha selanjutnya lebih baik lagi. Karena telah melihat kesalahan membawa kegagalan sebelumnya dari situ belajar untuk tidak mengulangi kembali. senantiasa belajar membawa keputusan yang berbobot. Itulah arti sesungguhnya.

Memang pada umumnya masalah itu menyatikan pada awalnya. Tapi, bukan berarti masalah itu buruk bagi kita, kecuali kita menerima masalah sebagai kekalahan dan menghentikan langkah kita. Menurut Napoleon Hill, Masalah adalah satu bahasa yang digunakan oleh alam untuk berbicara kepada makhluk hidupnya untuk menunjukkan peluang. Dengan masalah kita menjadi rendah hati sehingga dapat memperoleh kebijaksanaan dan pengertian.

Kita harus menyadari bahwa titik balik ketika kita mulai mencapai kesuksesan, biasanya ditandai oleh suatu bentuk masalah.

Jangan taku menghadapi maslaah! apa pun bentuk masalah kita, besar atau kecil, percayalah ada pelajaran yang dapat kita ambil dari semua itu agar kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana. Jangan anggap masalah sebagai batu sangnungan, tapi jadikan masalah sebgai kesempatan belajar untuk mengasah cara, metode, da proses berpikir kira.

Pemecah masalah dan pengambil keputusan bukanlah sebuah bakat yang tidak bisa dipelajari yang dimiliki oleh segelintir orang tertentu saja. Ini adalah soal kebiasaan proses berpikir rasional. Semua orang bisa menjadi pemecah masalah dan pengambil keputusan yang berbobot, Jika saja kita mau belajar mengembangkan keterampilan, sika dan proses berpikir rasional yang tepat. Tanpa sikap dan ptoses berpikir rasional seorang pemecah masalah, kita tidak akan mampu melihat peluang, kesempatan, dan jalan keluar setiap masalah. Dengan memiliki sikap dan proses berpikir rasional yang tepat, tentu akan memberikan hasil yang tepat pula.

Karena itu membahas mengenai berpikir rasional sebagai prosesm yaitu serangkaian tahapan yang dipraktikan, diulangi, dan dilakukan untuk mecapai hasil yang kita inginkan. Adalah sesuatu yang harus dimengerti dan dipelajari sehingga dalam proses berpikir dalam memecahkan persoalan bisa dengan menggunakan berpikir rasional.

Sikap Komitmen Mendatangkan Keajaiban

Sikap Komitmen Mendatangkan Keajaiban

sikap komitmen. Pernahkah bukan kalian dalam medapati suatu rapat dengan klien atau kolega kerja, sering mendapatkan perkataan, ” Jika bapak dan ibu sudah mengambil keputusan untuk menerapkan sebuah sistem, mari lakukan dengan sungguh-sungguh, lakukan dengan penuh komitmen. Tanpa komitmen maka mustahil sistem yang sedang kita terapkan ini bisa membuahkan hasil seperti yang diharapkan.”

Lalu bagaimanakah cara untuk menumbuhkan sikap komitmen pada setiap orang untuk bisa menerapkan sebuah sistem dengan bersungguh-sungguh sehinggah bisa membuahkan hasil seperti yang diharapkan?

Seperti yang telah dibahas dalam sikap seorang pemecah masalah, adanya sikap tenang, sikap keyakinan,dan sikap proaktif  berhubungan erat dengan prinsip komitmen. Hubungan tersebut adalah Komitmen adalah sebuah keputusan, bukan proses. Jika setelah seseorang mengambil suatu keputusan dan betul-betul yakin keputusan tersebutlah yang paling baik untuk bisa mememecahkan suatu masalah, maka komitmenlah yang menjadi dasar pengeksekusian keputusan tersebut. Jadi kalau sudah mengambil suatu keputusan itu, mari dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak ada komitmen, mungkin lebih baik sistem tidak dijalankan, dari pada jalannya setengah-setengah. Sudah buang-buang waktu, tenaga, uang, dan lain-lain, tapi tidak ada hasilnya karena tidak ada komitmen.

“Most people who fail in their dreams, fail not from lack of ability but from lack of commitment.”

Apa yang diucapkan banyak orang hanya tentnag mimpi dan mimpi, tetapi justru yang menjatuhkan dari mimpi itu bukanlah kemampuan yang dimiliki dari orang tersebut tetapi justru jatuhnya karena tidak ada komitmen. Kebanyakan orang gagal meraih mimpi-mimpi mereka, bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk mencapainya, tetapi karena tidak memiliki komtimen.

Oleh sebab itu, mendorong dan menantang untuk melakukan segala usaha dan sesuatu dengan penuh komitmen, dengan sepenuh hati, dan dengan dedikasi tinggi, apapun yang anda lakukan dalam mengatasi permasalahan. Salah satu jalan yang terbaik adalah dengan memberikan yang terbaik dengan penuh komitmen, maka anda akan melihat ada keajaiban yang terjadi dalam hidup. Berikan yang terbaik yang dimiliki ke dunia ini dan yang terbaik akan kembali datang ke dalam hidup kalian.

Seperti kata seorang penulis terkenal Amerika, Helen Keller, “Ketika kalian selalu melakukan yang terbaik yang anda mampu lakukan dengan penuh komitmen akan ada keajaiban yang datang kedalam hidup anda.”

Jadi terulah lakukan yang terbaik dengan penuh komitmen untuk menyelesaikan permasalahan, dan lihatlah akan ada keajaiban yang terjadi dalam hidup Kalian !

Sikap Tenang Dalam Menghadapi Masalah Bagi Anak Muda

Sikap Tenang Dalam Menghadapi Masalah Bagi Anak Muda

sikap tenang dalam menghadapi masalah.

Sumber: Problem solving and decision making for improvement

Setiap orang tidak akan lepas dari masalah. Secara sederhana, masalah dapat diartikan tidak sesuainya antara harapan dan kenyataan. Jika suatu permasalahaan mendatangi kita, tentu saja kita akan berusaha menyelesaikan secepat mungin. Namun, bagaimana jika masalah yang datang itu begitu sulit dan kita belum menemukan solusinya? Apakah yang sebaiknya kita lakukan?

Ada suatu kisah inspirasi. Kisahnya sebagai berikut :

Suatu saat seorang tukang kayu sedang asyik bekerja. Secara tak sengaja arlojinya jatuh dan terbenam ke dalam tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji tersebut merupakan hadiah dari seorang sahabatnya, dan telah lama dipakainya. Karena begitu menyukai arloji tersebut, ia pun berusaha untuk menemukannya kembali.

Sambil mengeluhkan keteledorannya, tuka kayu tersebut membongkar tumpukan serbuk kayu. Teman-temannya ikut pula membantu menemukan arloji tersebut. Namun, setelah membolak-balik tumpukan serbuk kayu tersebut, arloji tersebut belum juga ditemukan.

Ketika jam istirahat tiba, semua pekerja pergi meninggalkan bengkel tersebut untuk makan siang. Tukang kayu yang kehilangan arloji tersebut, dengan lesu juga meninggalkan bengkel. Saati itulah datanglah seornag anak mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Rupanya sudah sejak tadi ia memperhatikan mereka mencari arloji yang jatuh ditumpukan serbuk kayu. Anak itu lalu berjongkok dan mulai mencarinya. Tak berapa lama kemudian, ia berhasil menemukan arloji tersebut. Anak itu kemudian menyerahkan arloji tersebut kepada tukang kayu.

Alangkah gembiranya si tukang kayu karena arloji kesayangannya ditemukan kembali. Ia berterima kasih kepada anak tersebut dan bertanya bagimana ia bisa menemukannya. Padahal sebelumnya banyak orang yang membongkar serbuk kayu tersebut. Anak itu pun menjawab: ” Saya hanya duduk tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi ‘tik-tak’-‘tik-tak’. Dengan begitu, saya tahu dimana arloji itu berada.

Ketika sedang mendapatkan masalah, kita ingin masalah itu cepat selesai Tidak seorang pun ingin masalahnya berlarut-larut yang pada gilirannya dapat menghambat aktivitas. Namun, kerap ketika masalah itu datang, kita belum memiliki jalan keluarnya. Hal ini terjadi karena peliknya masalah yang dihadapi.

Seorang filsuf Chima pernah berucap, “Ketenangan meruakan sumber kekuatan yang luar biasa”. Dalam suasana yang tenang dan nyaman, otak kita akan mampu berpikir dengan baik. Ketenangan memberikan kekuatan bagi otak untuk bekerja dengan baik. Berbagai alternatif untuk memecahkan masalah yang pelik tersebut, akan muncul dengan sendirinya dalam pikiran kita. Layaknya detak arloji yang terdengan di keheningan.

Oleh sebab itu ketika kehilangan akal dalam menghadapi suatu persoalan maka tetaplah tenang. Sikap tenang dalam menghadapi masalah sangatlah penting. Alih-alih mengambil keputusan dan tindakan yang tergesa-gesa tidaklah bagus, Lebih baik tenangkan pikiran terlebih dahulu. Pikiran dengan saksama langkah-langkah yang harus diambil. Berpikirlah rasional. Dengan demikian, pikiran akan memberikan jalan keluar yang efektif. Saat itulah waktu yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan.


Sikap Proaktif Tuntaskan Masalah Entrepreneur Muda

Sikap Proaktif Tuntaskan Masalah Entrepreneur Muda

sikap proaktif tuntaskan masalah entrepreneur muda. Sebelum mengenal apa itu pengertian sikap proaktif bagi entrepreneur muda, haruslah dimengerti terlebih dahulu bahwa antara stimulus dan respons kita terdapat kebebebasan untuk memilih sesuatu. Dalam kebebasan untuk memilih inilah terdapat empat anugerah yang diberikan yang membuat manusia itu unik. Binatang yang paling cerdas tidak memiliki satu pun dari ke empat anugerah ini, yaitu kesadaran diri, imajinasi, suara hati, dan kehendak bebas.

Proaktif adalah suatu keyakinan bahwa penyebab dan sumber tingkah laku berasal dari diri dalam manusia itu sendiri. Ini merupakan salah satu sikap sebagai orang “pemecah masalah“. (Problem solving)

Menjadi proaktif berarti juga bertanggung jawab 100% atas hidup kita. Kita memiliki inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Orang proaktif tidak menyalahkan masalah, keadaan, orang, atau kondisi di sekeliling mereka.

Orang proaktif memfokuskan upaya mereka dalam lingkaran pengaruhnya. Mereka mengerjakan hal-hal yang terhadapnya mereka dapat melakukan sesuatu. Orang proaktif fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah. Mereka fokus pada solusi dari setiap masalah yang mereka hadapai. Mereka secara perlahan-lahan meluaskan lingkaran pengaruh mereka. Sebaliknya, orang reaktif memfokuskan diri pada lingkaran kepedulian mereka, yaitu pada hal-hal yang tidak bisa mereka ubaj. Orang reaktif fokus pada masalah, kelemahan orang lain, lingkungan, dan keadaan yang mereka tidak dapat kendalikan.

Ambil contoh, Tony Hsieh, CEO Zapos, Perusahaan sepaut on-linesukses, memulai bisnisnya karena sikapnya yang proaktif terhadap sebuah masalah. Ia sulit menemukan sepatu dengan model, warna, ukuran, dan lebay yang sesuai, baik secara on-line maupun off-line. Karena memiliki sikap bersikap reaktif ia mengambil langkah proaktif terhadap masalah yang dihadapinya. Ia berangan-angan mendirikan pilihan pelanggan dengan pelayanan terbaik. Melalui moto “with zappos, the shoe store comes to you,” Setiap pelanggan bisa bebas mengungkapkan apa yang ia inginkan pada petugas customer service sampai bisa menemukan sepatu yang paling tepat. Semua Frontline terkesan mempunyai waktu cukup untuk melayani setiap pelanggan, pemasok atau pun vendor. Sikapnya yang proaktif dalam menghadapi masalah membuahkan hasil. Kini, Tony Hsieh berhasil membuat Zappos menjadi perusahaan besar yang disegani.

Yang berarti sikap proaktif adalah suatu sikap untuk bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Hidup yang kita jalani berasal dari berbagai macam bentuk keputusan yang kita buat dan kita sebagai entreprenur muda juga mempunyai tanggung jawab dan berbagai inisiatif untuk membuat segalanya terjadi. Dengan begitu pentingnya memiliki sikap proaktif tuntaskan masalah entrepreneur muda.

Proses Berpikir Rasional Sebagai Entrepreneur Muda

Proses Berpikir Rasional Sebagai Entrepreneur Muda

Proses Berpikir Rasional Sebagai Entrepreneur Muda

Proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan sangat mirip dengan cara dokter mengobati pasien. Ketika kita sakit dan mengunjungi dokter, hal pertama yang dilakukan oleh dokter adalah menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang kita rasakan. Mereka juga mungkin melakukan beberapa pengukuran, misalknya mengukur suhu tubuh, dan tekanan darah. Mereka mengumpulkan informasi (diagnosis) dan membuat analisis untuk mengidentifikasi akar penyebab penyakit. Setelah mereka menemukan akar penyebab. Setelah mereka menemukan akar penyebab penyakit, barulah mereka membuat resep. Dokter memiliki metode diagnosis sistematis.

Yang perlu diingat adalah perbedaan signifikan antara gejala (sakit kepala), akar penyebab (demam), dan resep (obat demam). Semakin baik sang dokter memahami gejala dan mengidentifikasi akar penyebab penyakit maka semakin mujarab sang dokter memberikan obat. Sama halnya dengan dokter, semakin baik kita menganalisis masalah, maka semakin baik kita dalam memberikan solusi berupa keputusan dan rencana tindakan. Semakin baik proses berpikir rasional kita, semakin baik kita dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Sebagai manusia, kita punya kemampuan untuk memecahkan masalah, dan tantangan. Intuisi bukan satu-satunya hal yang mengarahkan kita. Manusia mampu menelaah, melakukan refleksi, dan menganalisis, atau dalam kata lain sangat bisa untuk berpikir. Tetapi, tidak jarang, kita menganggap berpikir adalah suatu reaksi naluriah. Betul, kemampuan berpikir adalah kemampuan alamiah. Namun, kemampuan berpikir dengan baik adalah sesuatu yang memerlukan latihan. Kemampuan berpikir rasional adalah kemampuan untuk menelaah berbagai elemen dari sebuah situasi atau tantangan secara akurat, dan menggunakan informasi yang ada secara efektif secara akurat, dan menggunakan informasi yang ada secara efektif untuk mencapai kesimpulan yang matang.

Saat berhadapan dengan masalah, biasanya, kita perlu merespons masalah tersebut, atau mengambil tindakan. Bagi banyak orang, mengambil tindakan tidaklah sulit. Tetapi, berapa banyak dari tindakan ini yang efektif? seberapa sering kita memikirkan keputusan yang dibuat oleh orang lain, dan bertanya-tanya, “Mengapa bisa begitu?” Kita tidak memerlikan lebih banyak lagi kecenderungan untuk asal bertindak- Kita perlu melihat tindakan yang rasional. Ciri tindakan yang rasional adalah ketetepatannya dalam menjawab kebutuhan dari situasi  yang ada, efektivitasnya menyelesaikan permasalahan, dapat diterapkan, dan mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait.

Tindakan rasional dihasilkan oleh proses berpikir rasional pula. Disisi lain, berpikir rasional tidak terjadi tanpa sengaja. Sekarang, bagaimana seseorang belajar membuat solusi yang efektif dan mengambil langkah yang sesuai untuk menghadapi tantangan hidup? jawabannya adalah belajar melalui pengalaman, percobaan dan kesalahan, serta pembelajaran. Meskipun kita sudah merasa mampu memecahkan masalah secara efektif, tidakkah kita masih dapat meningkatkan kemampuan itu melalui pembelajaran lebih lanjut? Dan bagaimana kita bbisa membantu orang lain dalam hal ini?

Memperbaiki cara kita melihat dan menilai persoalan-persoalan besar dalam hidup diyakini bermanfaat bagi masyarakat maupun individu. Pernyataan tersebut sulit dibantaj. Media berita penuh dengan contoh respons, atau solusi terhadap masalah, yang dapat dipertanyakan. Kita semua, rakyat biasa sampai dengan pemimpin dunia, senantiasa berjuang untuk menghasilkan solusi  yang kreatif dan dapat diterapkan pada berbagai permasalahan penting. Telah banyak statistik yang menunjukan kemampuan seseorang untuk menghafal, tetapi tidak mampu menerapkan pengetahuan yang mereka miliki secara praktis.

Semua hal itu tidak menunjukan ketidak mampuan berpikir, malinkan, kurangnya pertimbangan terhadap berbagai masalah. Keputusan yang buruk, atau kesalahan lain semacamnya, biasa-nya, merupakan hasil dari pemikiran yang kurang matang- bukan karena ketiadaan proses berpikir itu sendiri. Oleh karena itu, membahas mengenai proses berpikir rasional dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan adalah sesuatu yang sangat penting. Berlawanan dengan anggapan umum, tidak semua pikiran adalah rasional. Setidaknya, tidak menurut definisi dalam buku ini tentang rasionalitas. Kemampuan berpikir rasional adalah kemampuan untuk melihat variabel-variabel yang relevan dari suatu permasalahan, untuk medapatkan, mengatur, dan menganalisis informasi yang sesuai (misalnya, fakta, pendapat, opini, dan data), untuk menghasilkan koknklusi atau kesimpulan yang matang, berbobot, dan bermutu.

Sejumlah penulis mendefinisikan kecerdasan, atau bagian dari kecerdasan, sebagai kemampuan menyelesaikan masalah.

“Kecerdasan yang berhasil, melibatkan aspek analitis, kreatif, dan praktis. Aspek analitis digunakan untuk memecahkan masalah; kreatif untuk menentukan masalah mana yang perlu diselesaikan’ dan praktis membuat solusi  yang dihasilkan menjadi efektif.”

Meskipun studi yang berfokus pada pikiran dan berpikir itu sendiri layaknya dilakukan, namun, fokus disini adalah mengenai pentingnya menerapkan pikiran (yakni, menggunakan pikiran sebelum melakukan tindakan). Berpikir rasional membantu kita menarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang dapat dilakukan ( yaitu, mengambil tindakan yang rasional).

 

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: